02 Sep 2016

Sektor Migas Mendapat Penyederhanaan Perizinan Untuk Dorong Investasi

Pemerintah berencana untuk memangkas jumlah perizinan yang dianggap menghambat masuknya investor di sektor minyak dan gas. Jumlah perizinan untuk memasuki investasi pada sektor migas dinilai cukup banyak dan berbelit. Jumlah perizinan pada Kementerian ESDM sendiri terdapat 104 perizinan yang harus diurus, apabila ditotal dengan pihak di luar ESDM, maka jumlah perizinannya sekitar 341 perizinan yang tersebar di 17 instansi, baik nasional maupun swasta, yang harus diurus oleh calon investor.

Saat ini, kementerian ESDM berhasil memangkas 60% dari 104 perizinannya menjadi 42 perizinan saja. Ditjen Migas menargetkan pemangkasan perizinan ini akan dilakukan hingga tersisa 4 perizinan saja. Pada 2016, ditargetkan terjadi pemangkasan perizinan sebanyak 89% hingga tersisa 10 perizinan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa pemangkasan perizinan ini sejalan dengan visi presiden untuk memangkas birokrasi serta menggenjot investasi Indonesia.

Komite Eksplorasi Nasional pun mengusulkan agar pengurusan perizinan sektor migas dapat diselesaikan di bawah satu atap dan yang dapat menyederhanakan pengurusan proses perizinan sektor migas sehingga tidak memerlukan waktu lama dan biaya besar. Pada esensinya, pemerintah yang memegang kuasa untuk memberi izin, maka sebaiknya semua diselesaikan dan dikendalikan oleh pemerintah sendiri. Sehingga kontraktor bisa bekerja setelah izin dikeluarkan oleh pemerintah. Kementerian ESDM telah menyerahkan secara simbolis perizinan minyak dan gas kepada PSPT Pusat. Penyederhanaan perizinan ini merupakan bentuk perubahan mendasar dalam memperbaiki tata kelola migas.

Menurut BKPM, penyerahan perizinan ini akan diikuti oleh penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) dan penyusunan proses bisnis. Kedua hal tersebut ada untuk memastikan proses perizinan yang cepat, transparan, mudah, dan terintegrasi dengan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Pusat di BKPM.

Dengan penyederhanaan perizinan ini, diharapkan produksi dan investasi di sektor minyak dan gas akan melonjak. Hal ini sejalan dengan penemuan Komite Eksplorasi Nasional mengenai adanya potensi tambahan cadangan migas baru sebanyak 5.2 miliar barel. Potensi cadangan ini terdiri dari 2.7 miliar barel minyak dan 14 triliun ft cubic gas alam. 5.2 miliar barel tersebut berasal dari 108 struktur sumur yang sudah diuji memiliki kandungan minyak dan gas. Potensi cadangan ini bisa meningkat menjadi 21,8 miliar barel, dan diperlukan penelitian dan penyelidikan yang lebih mendalam untuk menambah cadangan minyak negara, dengan penataan regulasi migas adalah salah satu caranya.

Asosiasi Perminyakan Indonesia (Indonesia Petroleum Association/IPA) menyampaikan keyakinannya terhadap pemerintah yang sangat terbuka saat ini, bahwa penyederhanaan perizinan ini akan diikuti oleh instansi-instansi terkait lainnya. Langkah kementerian ESDM dinilai menjadi langkah nyata bagi penyelesaian masalah di lapangan yang dihadapi oleh investor di bidang minyak dan gas.

Berita Lainnya

Trade Expo 2016
02/09/2016

‚ÄčTrade Expo Indonesia (TEI) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan ...

Peluang Investasi Bidang Peternakan yang Menguntungkan
02/09/2016

Hewan ternak memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena ...

Presiden Joko Widodo Kunjungi Miangas
08/11/2016

Presiden RI Joko Widodo, mengatakan, Miangas kami memandang bukan ...

Kondisi Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Utara Bulan Agustus Tahun 2016
28/11/2016

Kondisi Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Utara Bulan Agustus Tahun 2016 (BERITA ...