02 Sep 2016

Peluang Investasi Bidang Peternakan yang Menguntungkan

Hewan ternak memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena hasil panen dari peternakan akan menjadi bahan baku produksi, konsumsi manusia, ataupun dijadikan pakan bagi ternak lainnya. Demand yang sangat tinggi untuk hewan ternak, menjadikan usaha peternakan sebagai sebuah sektor yang menjanjikan. Berikut adalah beberapa hewan yang memiliki potensi untuk investasi di bidang peternakan.

Ayam Petelur

Ayam petelur memiliki potensi investasi yang tinggi. Hal ini dikarenakan tingkat permintaan bagi telur ayam sendiri sangat tinggi, bahkan telur ayam termasuk kedalam sembilan bahan pokok (sembako) masyarakat Indonesia. Untuk memulai usaha peternakan ayam petelur ini, memerlukan modal awal yang cukup besar, dikarenakan peternakan ayam petelur membutuhkan kuantitas ayam yang banyak, serta kandang khusus dan terletak agak jauh dari pemukiman. Namun hasil dari peternakan petelur ini dinilai cukup aman dikarenakan permintaan pasar yang selalu ada.

Ikan Air Tawar

Budidaya ikan air tawar saat ini sedang sedang banyak dikembangkan karena memiliki potensi bisnis dan investasi yang tinggi. Hal ini didorong oleh pengembangan budidaya ikan air tawar yang tergolong tidak sulit dan memiliki waktu panen yang cepat. Modal yang dibutuhkan untuk budidaya ikan air tawar pun kecil, namun potensi keuntungan yang ditawarkan cukup besar. Investasi di sektor ikan air tawar tidk hanya menawarkan keuntungan hasil panen ikan sebagai hasil komoditas, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat.

Bebek

Usaha peternakan bebek dapat menjadi pilihan yang menguntungkan. Hal ini dikarenakan harga daging dan telur bebek lebih tinggi dibandingkan daging dan telur ayam. Bebek juga dapat ditemui menjadi masakan andalan sebuah restoran. Dengan adanya demand baik dari restoran dan pecinta kuliner, ternak bebek dapat menjadi sebuah pilihan bagi anda yang berminat untuk memasuki dunia investasi hewan ternak.

Ayam Pedaging

Ayam pedaging dapat menjadi pilihan investasi yang menjanjikan. Hal ini dikarenakan daging ayam menjadi salah satu jenis protein hewani yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Konsumsi daging ayam per minggu per kapita mencapai 0.084kg, jauh mengalahkan daging sapi yang dikonsumsi per minggu per kapita sebanyak 0.005kg. Perputaran ayam pedaging pun tergolong cepat.

Ayam broiler, sebagai contoh, dapat dijual ke pasar dalam waktu 5-6 minggu dengan bobot sekitar 2 kg. Modal yang besar dalam usaha peternakan ayam pedaging ini akan jatuh pada biaya pakannya. Peningkatan jumlah ayam ras pedaging yang mencapai 963.000 ekor di Deli Serdang, Sumatera Utara, dapat menjadi indikator bahwa ayam pedaging ini memiliki potensi untuk berkembang.

Sapi

Sapi merupakan salah satu komoditas bisnis besar. Permintaan akan daging sapi terus meningkat di masyarakat, sekalipun harga sapi naik. Dalam menjalankan investasi dan bisnis sapi memang membutuhkan ketekunan, karena banyak hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaannya, namun dengan pengetahuan yang baik dalam mengelola bisnis sapi, keuntungan yang bisa didapatkan akan sangat menguntungkan.

Kerbau

Dibandingkan sapi, kerbau memiliki tingkat pemeliharaan yang relatif lebih mudah. Kemampuan kerbau dalam beradaptasi dengan berbagai perubahan kondisi lingkungan membuat pemeliharaan kerbau tidak memakan biaya yang besar, namun tetap menawarkan keuntungan yang besar sebagai sebuah komoditas. Kerbau sendiri tidak hanya menghasilkan susu dan daging untuk dikonsumsi. Kerbau juga turut menghasilkan tulang, kulit dan tanduk yang bisa digunakan sebagai komoditas dalam industri tas, sepatu, kerajinan, dan lain sebagainya.

Kambing/Domba

Investasi kambing atau domba tengah berkembang pesat. Hal ini didorong karena kambing atau domba memiliki potensi yang sangat menguntungkan karena hampir semua bagian kambing atau domba bisa dimanfaatkan. Selain itu, permintaan daging kambing atau domba pun cukup tinggi di masyarakat.

Babi

Ternak babi memiliki peluang investasi cukup tinggi. Permintaan daging babi di masyarakat termasuk cukup tinggi. Selain itu, Indonesia juga turut mengekspor babi ke Singapura dan Filipina dengan nilai ekspor yang cukup tinggi.

Peluang-peluang investasi di atas bisa Anda manfaatkan untuk membangun bisnis. Melalui pengetahuan dan pengelolaan yang baik dan memadai, tentunya keuntungan dari bisnis investasi yang bisa Anda raih cukup tinggi.

Sumber: BKPM

Berita Lainnya

Trade Expo 2016
02/09/2016

‚ÄčTrade Expo Indonesia (TEI) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan ...

Sektor Migas Mendapat Penyederhanaan Perizinan Untuk Dorong Investasi
02/09/2016

Pemerintah berencana untuk memangkas jumlah perizinan yang dianggap menghambat ...

Presiden Joko Widodo Kunjungi Miangas
08/11/2016

Presiden RI Joko Widodo, mengatakan, Miangas kami memandang bukan ...

Kondisi Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Utara Bulan Agustus Tahun 2016
28/11/2016

Kondisi Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Utara Bulan Agustus Tahun 2016 (BERITA ...