Peluang Dari Sisi Sektor

Pertanian

Sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung dalam pembangunan perekonomian nasional. Selain mampu menyerap tenaga kerja, sektor pertanian juga berperan penting dalam pembentukan PDB, penerimaan devisa, penyediaan pangan, pengentasan kemiskinan, perbaikan pendapatan masyarakat, bahkan pembentuk budaya bangsa dan penyeimbang ekosistem.

Salah satu hal penting dalam sektor pertanian merupakan sektor pangan. Ketersediaan pangan menjadi sangat penting seiring dengan tingkat pertumbuhan masyarakat Indonesia saat ini. Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2015, jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 257,9 juta jiwa. Jumlah ini menuntut ketersediaan dan ketahanan pangan yang besar untuk dipenuhi. Oleh karena itu, dalam upaya mengatasi persoalan pangan ini, investasi sektor pangan perlu untuk ditingkatkan.

Realisasi investasi di sektor pangan mengalami tren yang positif. Hal ini akan terus didukung oleh pemerintah untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian melalui investasi pada rantai pasok dan modernisasi alat-alat pertanian. Diharapkan dengan menguatkan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), pertumbuhan Penanaman Modal Asing (PMA) akan meningkat.


Infrastruktur

Dengan tingkat dan jumlah pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia saat ini, pengadaan dan pembangunan sektor infrastruktur yang memadai merupakan hal yang penting. Selain untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan bagi masyarakat, sektor infrastruktur juga menjadi salah satu sektor yang menentukan dalam pembangunan ekonomi negara, karena infrastruktur meliputi berbagai kebutuhan dasar bagi masyarakat baik secara sosial maupun ekonomi. Infrastruktur sendiri meliputi ketersediaan pelabuhan udara/laut, akses jalan, transportasi, telekomunikasi, sanitasi dan energi.

Dalam mendukung proses pembangunan infrastruktur yang merata di Indonesia dibutuhkan investasi yang memadai. Pemerintah telah mencanangkan berbagai proyek pembangunan di sektor utama infrastruktur dan mengalokasikan pembiayaan untuk 5 (lima) tahun ke depan sebesar Rp5.519 triliun. Sektor utama tersebut meliputi perhubungan, ESDM, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, serta komunikasi dan informatika. Proyek-proyek tersebut telah dibawa oleh pemerintah ke dalam buku kedua Masterplan for ASEAN Connectivity (MPAC) 2025, khususnya untuk proyek pelabuhan, jalan dan listrik. Proses realisasi investasi dalam sektor infrastruktur sendiri.